3 Faktor risiko dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

  • 2 min read
  • Apr 09, 2020
3 Faktor risiko dan Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Sumber: theshonet.com

Salah satu masalah yang kerap dialami pria yang sudah memiliki pasangan adalah ejakulasi dini. Ejakulasi dini sendiri ialah fenomena di mana seorang pria mengalami orgasme terlalu cepat setelah mengalami stimulasi penis yang minimal. Ejakulasi dini ini bukanlah suatu hal yang perlu ditakutkan, karena meski hal ini dapat terjadi pada siapa saja tanpa mengenal umur, penyakit ini bisa disembuhkan karena banyak cara untuk mengatasinya yang bisa ditempuh.

Sebenernya tidak ada patokan khusus batas waktu yang dilalui pria untuk mencapai batas akhir dalam bercinta. Setiap pria mengalami waktu orgasme yang berbeda-beda sesuai dengan kondisi dan situasi yang dialami dirinya sendiri maupun pasangan. Namun, waktu rata-rata yang dialami pria untuk ejakulasi normal yaitu berdurasi sekitar empat hingga lima menit. Akan tetapi, sebagain besar kesehatan mengartikan waktu ejakulasi dini dalam hitungan tiga puluh hingga enam puluh detik atau kurang dari dua menit setelah penetrasi. Ejakulasi dini dapat membuat seks jadi terasa tidak memuaskan bagi kedua pasangan dan dalam hubungan jangka panjang.

Berdasarkan artikel di internet, ada beberpa faktor risiko yang dapat berdampak pada pria jika secara terus-menerus mengalami ejakulasi dini. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:

  1. Disfungsi ereksi. Ejakulasi dini ini akan menjadi lebih parah jika seorang pria mengalami masalah pada mempertahankan ereksi. Ketakutan akan ketidakmampuan mempertahankan ereksi ini dapat membuat pria baik dengan sengaja maupun tidak sengaja melakukan ejakulasi.
  2. Kondisi kesehatan. Ada beberapa penyakit kronis yang dapat menjadi faktor risiko dalam ejakulasi dini, salah satunya ialah penyakit jantung. Penyakit jantung akan membuat kecemasan dan secara tidak sengaja memaksa untuk melakukan ejakulasi secara cepat.
  3. Faktor risiko lainnya yaitu stress. Stress dapat membuat pria menjengkelkan dan mengalihkan pikirannya dari hubungan seksual dengan pasangan.

Ejakulasi dini ini terbagi menjadi dua, yaitu ejakulasi dini primer dan ejakualasi dini sekunder. Kita akan mebahas satu satu. Yang pertama yaitu ejakulasi dini primer. Ejakulasi dini primer ini merupakan ejakulasi yang sejak pertama melakukan hubungan intim atau selalu dialami oleh seorang pria setiap kali ia melakukan hubungan intim dengan pasangan. Sedangkan ejakulasi dini sekunder yaitu saat ketika ejakulasi dini terjadi pada seorang pria yang sebelumnya tidak pernah mengalami kasus atau masalah ejakulasi dini ini.

Cara  mengatasi ejakulasi dini sangat bervariasi. Beberapa caranya adalah sebagai berikut:

  1. Teknik tekan tahan

Teknik tekan tahan ini tak hanya dilakukan oleh sepihak saja, pihak wanita juga turut membantu pria dalam melakukan teknik tekan tahan ini. Mintalah pasangan untuk meremas area batas kepala penis dan batang penis selama beberapa detik hingga keinginan untuk ejakulasi berhenti. Kemudian dilanjutkan dengan melakukan foreplay setelah menunggu tiga puluh detik. Mengulangi langkah-langkah ini dapat membuat pria terbiasa menunda ejakulasi.

  1. Mencoba posisi lain dalam bercinta

Mencoba posisi lain dalam bercinta merupakan salah satu tips yang dapat dilakukan sebelum terjadinya ejakulasi dini. Biarkan wanita mengambil posisi di atas agar dia dapat menarik diri pada saat pria merasa akan mengalami ejakulasi. Selain mengubah posisi dalam bercinta, cobalah mengurangi kecepatan dan kedalaman penetrasi agar pria tidak cepat mengalami ejakulasi.

  1. Senam kegel

Senam kegel tak hanya memiliki manfaat bagi wanita, tetapi juga bagi pria. Senam kegel ini dapat dimanfaatkan pria karena ampuh untuk mengatasi ejakulasi dini. Hal ini terjadi karena senam kegel dapat mngembalikan control pria terhadap berbagai saraf rangsangan yang ada pada area vital.